KEKUATAN MILITER IRAN (HARD & SOFT)

Minggu, 04 Maret 2012
semut2007.com. Power, atau kekuatan negara-negara di dalam kontek Hubungan international biasanya didefinisikan dalam dua kategori, hard power dan soft power. Hard power secara singkat bisa dimaknai sebagai kekuatan material, semisal senjata, jumlah pasukan, dan uang yang dimiliki sebuah negara. Umumnya pemikir Barat (atau pemikir Timur yang westernized) lebih memfokuskan pembahasan pada hitung-hitungan hard power ini. Contohnya saja, seberapa mungkin Indonesia bisa menang melawan Malaysia jika terjadi perang? Yang dikedepankan biasanya adalah kalkulasi seberapa banyak senjata, kapal perang, kapal selam, dan jumlah pasukan yang dimiliki kedua negara.
Begitu juga, di saat AS dan Israel berkali-kali melontarkan ancaman serangan kepada Iran, yang banyak dihitung oleh analis Barat adalah berapa banyak pasukan AS yang kini sudah dipindahkan ke pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan sekitar Teluk Persia; seberapa banyak rudal yang dimililiki Iran, seberapa jauh jarak jelajahnya, dst.
Bila memakai kalkulasi hard power, harus diakui bahwa sebenarnya kekuatan Iran masih jauh di bawah AS. Apalagi, doktrin militer Iran adalah defensive (bertahan, tidak bertujuan menginvasi Negara lain). Iran hanya menganggarkan 1,8% dari pendapatan kotor nasional (GDP)-nya untuk militer (atau sebesar 7 M dollar). Sebaliknya, AS adalah negara dengan anggaran militer terbesar di dunia, yaitu 4,7% dari GDP atau sebesar 687 M dollar. Bahkan, AS telah membangun pangkalan-pangkalan militer di berbagai penjuru dunia yang mengepung Iran. Bisa diperhatikan di gambar ini. Daerah berwarna ungu adalah kawasan di mana ada pangkalan militer AS.

akan tetapi, dalam kasus Iran, memperhatikan kalkulasi hard power saja tidak cukup. Sebabnya adalah karena kunci kekuatan Iran justru di soft power-nya. Dan ini sepertinya diabaikan oleh banyak analis Barat, mungkin sengaja, atau mungkin juga ketidaktahuan. Dalam papernya di The Iranian Journal of International Affairs, Manouchehr Mohammadi (Professor Hubungan Internasional dari Tehran University) menyebutkan bahwa kemampuan Republik Islam Iran untuk bertahan hingga hari ini adalah bergantung pada faktor-faktor yang sangat langka ditemukan dalam masyarakat Barat yang materialistis, yaitu faktor-faktor spiritual. Tentu saja, faktor hard power tetap diperhatikan oleh Republik Islam Iran, namun basisnya adalah soft power.
Apa itu soft power? Secara ringkas bisa dikatakan bahwa subtansi soft power adalah sikap persuasif dan kemampuan meyakinkan pihak lain; sementara hard power menggunakan kekerasan dan pemaksaan dalam upayanya menundukkan pihak lawan. Karena itulah, menurut Mohammadi, dalam soft power, mentalitas menjadi kekuatan utama dan investasi terbesar yang dibangun Iran adalah membangun mental ini, bukan membangun kekuatan militer. Pemerintah Iran berusaha untuk menumbuhkan nilai-nilai bersama, antara lain nilai tentang kesediaan untuk berkorban dan bekerja sama dalam mencapai kepentingan nasional.
Mohammadi mengidentifikasi ada 10 sumber kekuatan soft power Iran,tiga diantaranya adalah sebagai berikut.

 1. Rahmat Tuhan.
Faktor Tuhan memang jarang disebut-sebut dalam analisis politik. Tapi, kenyataannya, memang inilah yang diyakini oleh rakyat Iran, dan inilah sumber kekuatan mereka. Menurut Mohammadi, bangsa Iran percaya bahwa orang yang berjuang melawan penentang Tuhan, pastilah dibantu oleh Tuhan. Dengan kalimat yang indah, Mohammadi mendefinisikan keyakinan ini sebagai berikut, “Kenyataannya, mereka [yang berjuang di jalan Allah] bagaikan tetesan air yang bergabung dengan lautan luas, lalu menghilang dan menyatu dalam lautan, kemudian menjelma menjadi kekuatan yang tak terbatas.”
Keyakinan ini semakin kuat setelah bangsa Iran pasca Revolusi terbukti berkali-kali meraih kemenangan dalam melawan berbagai serangan dari pihak musuh, mulai dari invasi Irak (yang didukung penuh oleh AS, Eropa, Arab, dan Soviet), hingga berbagai aksi terorisme (pengeboman pusat-pusat ziarah, pemerintahan, dan aparat negara). Salah satu kejadian yang dicatat dalam sejarah Iran adalah kegagalan operasi rahasia Angkatan Udara AS untuk memasuki Teheran. Pada tahun 1980, Presiden AS Jimmy Carter mengirimkan delapan helicopter dalam Operasi Eagle Claw. Misinya adalah menyelamatkan 52 warga AS yang disandera para mahasiswa Iran di Teheran. Operasi itu gagal ‘hanya’ karena angin topan menyerbu kawasan Tabas, gurun tempat helikopter itu ‘bersembunyi’ sebelum meluncur ke Teheran. Angin topan dan pasir membuat helikopter itu saling bertabrakan dan rusak parah. Mengomentari kejadian ini, Imam Khomeini mengatakan, “Pasir dan angin adalah ‘pasukan’ Allah dalam operasi ini.”

 2. Kepemimpinan dan Otoritas

Peran kepemimpinan dan komando adalah faktor yang sangat penting dalam situasi konflik, baik itu militer, politik, atau budaya. Pemimpin-lah yang menjadi penunjuk arah dalam setiap gerakan perjuangan. Dialah yang menyusun rencana dan strategi untuk berhadapan dengan musuh. Menurut Mohammadi, hubungan yang erat dan solid antara pemimpin dengan rakyatnya adalah sumber power yang sangat penting. Di Iran, karena yang menjadi pemimpin adalah ulama yang memiliki kredibilitas tinggi, kepatuhan kepada pemimpin bahkan dianggap sebagai sebuah gerakan relijius, dan inilah yang menjadi sumber utama kekuatan soft power Iran. Dalam kalimat Mohammadi, “[it] is a source of power per se, that assures the friends and frightens the foes.”

 3. Mengubah Ancaman Menjadi Kesempatan

Revolusi Islam Iran telah menggulingkan Shah Pahlevi yang didukung penuh oleh Barat. Pra-revolusi Islam, Barat sangat mendominasi Iran, baik dari sisi ekonomi, politik, maupun budaya. Kepentingan Barat di Iran terancam oleh naiknya seorang ulama yang menyuarakan independensi dan sikap anti kapitalisme-liberalisme, yaitu Imam Khomeini. Karena itulah, Barat dengan berbagai cara berusaha menggulingkan pemerintahan Islam, antara lain dengan memback-up Saddam Husein untuk memerangi Iran. Saddam yang sesumbar bisa menduduki Teheran hanya dalam sepekan, ternyata setelah berperang selama 8 tahun tetap tidak mampu mengalahkan Iran. AS dan Eropa kemudian menerapkan berbagai sanksi dan embargo; berusaha meminggirkan Iran dalam pergaulan internasional, mempropagandakan citra buruk terhadap pemerintahan Islam, dll.
Karena didasari oleh dua faktor sebelumnya (keyakinan pada rahmat Tuhan dan faktor kepemimpinan relijius), bangsa Iran mampu bertahan hidup dalam situasi yang sulit dan berjuang untuk mengubah tekanan dan ancaman ini menjadi kesempatan untuk maju dan berdikari. Contoh mutakhirnya adalah, ketika akhir-akhir ini semakin marak pembunuhan terhadap pakar nuklir Iran yang didalangi oleh agen-agen rahasia asing; jumlah pendaftar kuliah di jurusan teknik nuklir justru semakin meningkat. Inilah jenis mental yang berhasil dibangun oleh pemerintah Iran selama 34 tahun terakhir: semakin ditekan, semakin kuat semangat perjuangan mereka.
Dalam pidato terbarunya di Teheran, pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei, menyinggung masalah ini. Beliau mengatakan, “Ketika kita diembargo, kemampuan kita justru semakin meningkat, potensi kita justru semakin terasah, kita tumbuh dari dalam. Jika kita tidak diembargo senjata, hari ini kita tidak akan mencapai kemajuan yang mengagumkan. Jika kita tidak diembargo dalam pengembangan nuklir –padahal reaktor nuklir Bushehr itu mereka [Barat] yang membangunnya—hari ini kita tidak memiliki kemampuan dalam pengayaan uranium,. Jika mereka tidak menutup pintu-pintu ilmu dari kita, hari ini kita tidak akan mampu menciptakan stem cell, menguasai ilmu antariksa dan mengirim satelit ke angkasa luar. Karena itu, semakin mereka mengembargo kita, semakin besar kita mampu menggali kemampuan dan potensi kita sendiri. Dan semakin hari, potensi kita itu akan semaki mekar berkembang. Karena itulah, embargo sesungguhnya bermanfaat bagi kita.”
Belajar dari Iran, kita perlu mengajukan pertanyaan, bagaimana dengan Indonesia hari ini? Faktor kepemimpinan yang lemah dan lebih mendahulukan membeli pesawat produk luar negeri jelas faktor yang sangat melemahkan soft power Indonesia. Namun sebagai bangsa, kita masih memiliki kekuatan untuk membangun dari dalam, dimulai dari diri sendiri, yaitu membangun kekuatan dan keyakinan spiritual; membangun etos perjuangan berbasis relijiusitas.



semut2007
Dikutip dari : Dina Y. Sulaeman (alumnus magister Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran)

Komparasi Kekuatan Iran vs Israel


All hands,
Akhir-akhir ini berita dunia disibukan dengan masalah perseteruan antara Blok Barat yang dikompori oleh Israel dan Republik Islam Iran, sebuah ‘konflik’ konyol yang sengaja di bikin oleh Zionis Israel dengan berbagai macam tuduhan dan false flag yang tengah digelontorkannya kepada Iran.  Seperti diketahui bahwa sejarah permusuhan antara blok Barat /Israel dengan Iran bermulai sejak Revolusi Islam berhasil menggulingkan kekuasaan Shah Iran pada tahun 1979 silam. akibat lepasnya Iran dari pengaruh Barat, otomotis membuat kekuatan barat berkurang drastis disamping kehilangan keuntungan dari pasokan minyak Iran.
Berbagai upaya yang dilakukan Amerika untuk menjatuhkan Republik Islam yang terus mengalami berbagai kegagalan, upaya menfaatkan Saddam Hussein dengan menyerang Iran gagal total, Saddam yang sesumbar akan mampu menguasai Iran dalam waktu seminggu nyatanya justru kalah terpukul balik.
Permusuhan Israel – Iran kembali memanas ketika Iran mengembangkan teknologi Nuklir, padahal sudah jelas-jelas bahwa Iran untuk saat ini belum ‘mampu’ membuat bom nuklir dan lebih ditujukan untuk kebutuhan energi. Tapi yang namanya Blok Barat (Israel dan Z.O.G) tentunya suka mencari-cari kesalahan musuhnya, tengok aja negara2 yang menjadi teman Amerika, justru didukung kan proyek teknologi nuklir nya. Melihat ekslakasi konflik yang makin meningkat ketika pemimpin Israel melontarkan ancaman untuk menyerang Iran tanpa restu dari Amerika, sepertinya menarik untuk membandingkan kekuatan 2 negara yang lagi musuhan ini, siapa yang potensial untuk memenangkan pertempuran.
ISRAEL
Yups, Israel. Negara ‘jejadian’ yang didirikan oleh konglomerat Yahudi dan Organisasi Zionis pada tahun 1948, menempati promise land diantara Mesir dan Lebanon. yang memaksa jutaan rakyat Palestina mengungsi dan sisanya di tindas. Inilah Israel, negara terkuat di Timur Tengah, negara kecil yang mampu mengendalikan negara besar yang tergabung dalam Z.O.G (Zionist Occupied Government) yakni Amerika serikat, Inggris, Perancis, Jerman, dll. Di Amerika serikat, hampir seluruh sistem keamanananya dibuat oleh yahudi, termasuk media dan industrinya. FYI, sekitar 20  dari 44 presiden Amerika serikat adalah orang Yahudi pengikut the Zion (klo ga percaya, silahkann cek silsilah dan nama keluarganya). Otomatis, sebagai “penjaganya” Israel ,Amerika mau tak mau harus memenuhi kemauan negara ini, termasuk persenjataan militernya dan tentunya gratis.
Well, berkat dukungan tak terbatas dari USA kekuatan militer Israel menjadi yang terkuat di Timteng, belum senjata nuklirnya yang sengaja dirahasiakan. Namun yang jelas  kehebatan Israel ini bukan berarti tanpa cela, Israel akan keok klo pihak2 pendukungnya tak ada,belum mental pasukannya yang katanya pengecut, digertak langsung kabur. Melihat keadaan sekarang, Israel tak bisa menang melawan Iran kecuali Amerika mendukung penuh, belum efek yang diakibatkan serangan Israel ke Iran yakni, Hizbollah , Hamas, Irak ,Pakistan ,Afganistan dan Suriah yang sepertinya bakal membantu Iran. Sebuah perang yang penuh resiko dan mengancam kedamaian dunia, prediksi tentang Perang Dunia III pun bisa menjadi kenyataan. Hal yang di takuti dari Israel adalah badan intelejennya, Mossad yang cukup sukses mengemban misi rahasia, seperti membunuh para ilmuwan nuklir Iran dan membuat teror dimana-mana dengan menebar bom. Menurut GFP, untuk saat ini militer Israel berada diperingkat 10 Dunia >> cek yang cukup menjelaskan seberapa hebat kapasitas militer Israel.
IRAN
Sebuah Negara di Timur Tengah yang kaya akan minyak, yang dahulu disebut dengan nama Persia. Republik Islam Iran, didirikan imam besar Ayatullah Khamenei melaui Revolusi di tahun 1979 dengan menggulingkan Shah. Sampai saat ini, negara ini telah mengalami kemajuan yang pesat di berbagai bidang, terutama bidang nuklir dan persenjataannya, bahkan Iran mampu meluncurkan sendiri satelitnya ke orbit. Pertumbuhan ekonominya relatif  stabil, di  bidang Otomotif, Iran telah mampu memproduksi kendaraannya sendiri yang cukup memenuhi permintaan domestiknya. Jaringan Jalan raya di Iran adalah  salah satu yang terbaik di dunia, kondisinya mulus dan menghubungkan setiap kotanya dengan lancar.
Perkembangan Iran ini membuat jengkel blok barat, terutama setelah Iran berupaya mengembangkan teknologi nuklirnya sendiri, walhasil berbagai macam tekanan dari pihak barat ditujukan pada negeri mullah ini. Ibarat senjata makan tuan, tekanan barat justru membuat  Iran mandiri dan sukses memajukan ekonominya,  Minyaknya yang diembargo barat justru membuat beberapa negara Barat kelimpungan, sedangkan Iran sendiri masih memiliki banyak calon pembeli minyaknya yang lebih menguntungkan, seperti India dan China.
Kemenangan Israel melawan negara arab dalam perang Yom Kippur salah satu faktornya karena didukung penuh oleh Iran, terutama  pasokan minyak dan intelejennya. Oleh karna itu, jatuhnya rezim shah Iran menjadi pukulan telak bagi barat dan Israel, rencana untuk menguasai Timur Tengah seluruhnya kembali menemui kegagalan. Militer Iran terbagi atas dua pasukan yaitu pasukan militer negara dan pasukan militer revolusi, yang lebih dikenal sebagai  Garda Revolusi atau Pasdaran, Pasukan inilah yang sukses menyerang balik Irak. Garda Revolusi adalah inti dari militer Iran yang bertugas menjaga eksistensi Republik Islam, yang uniknya komando tertinggi bukan pada presiden tapi pemimpin Tertingginya, Ali Khamenei.
Untuk mengalahkan Iran, tak cukup dengan kekuatan militer karena selama semua komponen di Iran bersatu padu, saat itu juga tak ada jalan bagi pihak asing untuk menaklukan Iran. Secara Kualitas persenjataan, semisal  Jet Tempur dan Tank, Israel jauh berada di atas Iran. Kebanyakan Alutsista Iran masih berasal dari peninggalan shah Iran, seperti jet tempur F14 Tomcat, F5, dll. Semasa Shah, Iran mendapat gelontoran alutsista canggih dari Amerika termasuk F14 yang hanya dimiliki Amerika dan Iran saja. Saat ini, pelan tapi pasti Iran mulai menunjukan kekuatan militernya, hasil dari industri dalam negerinya dan dimanfaatkan untuk menggertak Amerika cs. Yap, kekuatan terbesar Iran justru bukan di militernya, tapi sisi SoftPower nya. Gertakan Iran terbukti sukses membuat pihak barat Keder, peringkat militer Iran menurut GFP berada di urutan 12, terpaut 1 level dari rivalnya. bisa di cek >> sini
At least, bisa ane ambil kesimpulan sederhana bahwasanya Israel tak akan bisa menaklukan Iran, sedangkan iran bisa membuat Barat cenad cenud dengan gertakan dan diplomasinya. Tanpa dukungan penuh USA, Israel dijamin tak berani menyerang, dan seandainya USA mendukung penuh, walah Perang Dunia III nongol donk. Jadi tak ada yang kuat dan kalah, yang ada adalah bagaimana Perang dunia III bisa dihindari dengan damai..


Kekuatan Iran Ancam AS
Tahun 2012 diprediksi akan menjadi tahun yang panas bagi hubungan Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir ”Negeri Para Mullah” itu. Tidak tertutup kemungkinan jika kedua pihak tetap berkeras dengan sikap masing-masing, akan meletus perang terbuka.
Hari pertama tahun baru, Minggu (1/1), juru bicara Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Mahmoud Mousavi, mengumumkan, Iran melakukan uji coba rudal baru jarak menengah di dekat Selat Hormuz. Rudal yang diuji coba adalah tipe terbaru rudal darat-ke-udara dengan teknologi antiradar.

Diungkapkan situs Iran, Mashriq, yang dikenal dekat dengan pasukan elite pengawal revolusi, armada rudal balistik Iran mampu menjangkau pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah dan Asia Selatan yang tersebar di Turki, Irak, Kuwait, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Pakistan, dan Afganistan. Diungkapkan juga bahwa kemampuan jaringan rudal Iran terbagi menjadi dua bagian, yaitu rudal jarak dekat dan rudal jarak jauh. Rudal jarak dekat Iran menjangkau sasaran sejauh 8 kilometer (km) hingga 250 km. Rudal jarak jauh Iran mampu menjangkau sasaran sejauh 220 km hingga 2.000 km.

Rinciannya, rudal jarak dekat Naziat 10 mampu menghantam sasaran sejauh 130 km, rudal Zilzal 2 punya jangkauan tembak sejauh 200 km, dan rudal Zilzal 3 sejauh 250 km. Adapun rudal-rudal balistik jarak jauh Iran adalah Fatih 110, Shahab 2 dan Shahab 3, Ashura, serta Sijjil 1 dan Sijjil 2.

Pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Irak bisa menjadi sasaran rudal jarak dekat Iran. Pangkalan militer AS di Pakistan, Afganistan, Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi bisa dijangkau rudal jarak jauh Iran.

Di Kuwait terdapat 2 pangkalan militer besar dan 6 barak militer kecil milik AS. Pangkalan Udara Ali Salem yang digunakan Angkatan Udara AS hanya berjarak sekitar 115 km dari perbatasan Iran. Pangkalan Udara Ahmed Jaber, yang juga digunakan Angkatan Udara AS, hanya berjarak 134 km dari perbatasan Iran. Cukup dijangkau rudal jarak dekat Iran.

Bahrain, yang terdapat Armada V AS, juga dengan mudah menjadi sasaran serangan rudal jarak dekat Iran. Iran juga bisa menggunakan rudal jarak dekat Zilzal 2 dan 3 untuk menghantam Armada V AS serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain yang hanya berjarak sekitar 200 km dari wilayah Iran. AS menempatkan berbagai jenis pesawat tempur di Sheikh Isa. Sementara di pangkalan Armada V terdapat 4.200 anggota pasukan AL AS dan 70 pesawat tempur.

Pangkalan udara AS di Udeid, Qatar, sekitar 278 km dari wilayah Iran, bisa dijangkau rudal jarak jauh Iran. AS menempatkan berbagai jenis pesawat tempur di Udeid, seperti pesawat tempur multifungsi F-16, pesawat angkut militer C-130 Hercules, dan berbagai jenis pesawat pengebom.

Di Uni Emirat Arab, Pangkalan Udara Dhafra yang digunakan Angkatan Udara AS hanya berjarak sekitar 253 km dari Iran. AS menempatkan pesawat pengebom C-135 dan pesawat pengintai AWACS di pangkalan ini.

Di Oman terdapat sejumlah pangkalan udara AS dan Inggris, seperti Pangkalan Udara Al-Mushna, Pangkalan Udara Taimur, dan Pangkalan Udara Al-Masir. Ada sekitar 3.000 tentara AS di sejumlah pangkalan di Oman. Pangkalan-pangkalan udara tersebut berjarak sekitar 963 kilometer dari wilayah Iran, masih dalam jangkauan rudal jarak jauh Iran.

(Sumber: Kompas)

6 komentar:

Ojan mengatakan...

Maju terus iran... Yeah...

nizam.najwa,aziz mengatakan...

viva iran..!!!

nizam.najwa,aziz mengatakan...

viva iran..!!!

Anonim mengatakan...

viva iran.......

Anonim mengatakan...

Ronald H Miller Well, first off, we don't have anything that we can do something with, but we have to really look at that, you're getting close
to cost of goods sold of approximately $5. Users can view
an array of energy facilities andresources, including information about solar vision resource potential
forwind, solar, biomass and other solar vision energy sources ultimately must be proofed in
the crucible of commercial capital markets.

My blog read more…

Anonim mengatakan...

neGARA2 BODOH MACAM SAUDI, BAHRAIN, QATAR, UEA, OMAN, KUWAIT ITU SEBENAR NYA YG BODOH CUMA SATU YAITU PEMIMPIN NYA TAPI SEMUA MASYARAKAT NYA IKIT MENJADI BODOH, KENAPA ??? KARENA MEMBIARKAN PANGKALAN MILITER ASING DI NEGARANYA

Poskan Komentar

Simpatisan

TES KECEPATAN INTERNET ANDA

Country Counter

   

NONTON TV ONLINE !

ELPT-ITB

Newsreel

Loading...